Artikel
Sejarah Desa Jrebeng
Desa Jrebeng adalah salah satu desa diantara 26 desa yang ada di kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Desa Jrebeng terdiri dari 2 Dusun yaitu 1.Dusun Jrebeng 2. Dusun Brayo, dan terletak di perbatasan wilayah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan yang berada dialiran sungai Bengawan Solo.
Nama desa jrebeng tidak lepas dari letak geografisnya yang ada di pinggiran bengawan solo, dengan hamparan rawa-rawa dan areal persawahan yang begitu luas, kala itu masih dihuni beberapa orang saja, ditengah-tengah desa dibelah dengan parit yang menghubungkan bengawan solo dengan rawa-rawa. Mata pencaharian warga waktu itu adalah mencari kayu dan ikan dan serta becocok tanam sebagai sumber penghidupan.
Suatu ketika pada saat musim kemarau panjang, rawa-rawa yang membentang luas kering kerontang, banyak pepohonan yang mati, begitu pula aneka ikan yang hidup dirawa-rawa tersebut, penduduk berbodong-bondong memanfaatkan momen tersebut untuk mencari ikan dirawa yang terkenal angker dan dipercayai dihuni oleh mahlus halus, serta puluhan tahun tidak pernah surut airnya, aneka ikan besar-besarpun didapat, yang mengejutkan warga, ada satu jenis ikan begitu besar dan banyak yaitu ikan Bethik besarnya sekepalan orang dewasa, karna begitu banyak nya ikan-ikan tersebut, warga kesulitan untuk menjual dan mengkonsumsi ikan ikan tersebut, sehingga warga ramai- ramai Ngresek (menbelah ikan) untuk dijemur, karena saking banyaknya ikan-ikan tersebut sehingga banyak sekali jemuran ikan yang ada di pinggir parit dan didepan rumah warga, jemuran ikan menurut bahasa jawa adalah JREBENG, untuk mengenang peristiwa langkah tersebut warga sepakat memberi nama DESA JREBENG, dengan harapan anak turunnya kelak memanfaatkan rawa-rawa tersebut untuk perikanan sebagai mata pencaharian warga. Fersi kedua : sejak peristiwa surutnya rawa tersebut, tiap malam Jum’at legi ada fenomena ghaib pemunculan Kuda Sembrani yang hampir tiap malam itu mengelilingi desa, wargapun dicekam rasa ketakutan, ketakutan dalam bahasa jawa disebut (JERE) dan warga pun masuk kerumah sambil mengintip atau EBENG-EBENG (jawa). Sehingga bila kata tersebut digabung menjadi JERE-BENG.
Mereka beranggapan pemunculan KUDA SEMBRANI tersebut berkaitan dengan ikan-ikan bethik yang diambil oleh warga, maka sesepuh desa bersepakat mengadakan selametan dan do’a bersama, membuat tumbeng dengan lauk kresekan ikan bethik tersebut, di bawa ke pinggir rawa-rawa, yang diyakini tempat tinggal mahluk halus tersebut, yang kini rawa-rawa tersebut sebagian digunakan sebagai pemakaman umum desa, Alhasil setelah adanya selamatan tersebut fenomena ghaib KUDA SEMBRANI tersebut tidak pernah muncul hingga sekarang, masyarakat kini kembali tenang tidak dicekam rasa ketakutan.
Semoga dengan mengetahui dan membaca, asal usul desa kita semakin cinta dan semangat untuk membangun desa, ada baberapa poin kita petik dari asal-usul Desa Jrebeng :
- Masyarakat diharapkan untuk mengelolah lahan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk bertani dan perikanan
- Ikan BETHIK yang begitu banyak menggambarkan warga agar tidak menjadi masyarakan yang MBETHIK (ngakali kancane), sulit diatur, dll
- Munculnya KUDA SEMBRANI, maknanya kuda yang berani, masyarakat diharapkan menjadi warga yang berani tidak penakut, jika ingin berhasil kita harus berani dalam kebaikan, tapi jika menjadi orang penakut/pecundang selamanya kita tidak orang yang berhasil Kita ingat dengan leluhur kita dengan mendoakan tiap malam jum’at dan berziarah kemakam.
SEKIAN
Editor : Ahmad Fajar Danial
Unduh Lampiran:
Sejarah Desa Jrebeng


Remaja Jrebeng Bersemangat Merayakan HUT - RI yang ke78 dengan Lomba Tradisional
PENGUMUMAN LELANG TANAH TAMBAK DESA JREBENG TAHUN 2023
Pelaksanaan Lelang Tambak Desa di Desa Jrebeng: Mendorong Pengembangan Ekonomi Lokal
Membangun Desa Lewat Gotong Royong